Lukisan Pablo Picasso dan Seni Picasso – Biografi dan Kehidupan

Pablo Picasso didorong oleh ayahnya, seorang guru seni, untuk mengikutinya ke dunia seni dan pada usia yang sangat dini sudah jelas bahwa bakat alami Pablo akan membawanya lebih jauh dari ayahnya. Dia bergabung dengan Sekolah Seni Rupa Barcelona pada usia 14 tahun dan ayahnya mengorbankan karya seninya sendiri untuk membantu Pablo Picasso maju secepat mungkin dalam karier dan pelatihannya.

Cetakan Pablo Picasso kini menjadi salah satu reproduksi paling populer di dunia berkat kualitas senimannya serta publisitas luar biasa yang melingkupi kariernya yang luar biasa. Pilihan yang paling sering untuk reproduksi seni adalah cetakan berbingkai kecil untuk ilustrasi sederhananya atau cetakan giclee yang lebih besar untuk lukisan cat minyak kubisme yang paling berwarna, dan kanvas yang diregangkan juga sering dicari.

Pencapaian Picasso ditunjukkan dengan banyaknya reproduksi cetakan yang dibuat setiap tahun dari lukisan aslinya, dengan cetakan seni berbingkai menjadi pilihan paling populer.

Picasso menghabiskan tahun 1900 hingga 1906 dalam apa yang disebut Periode Biru dan Mawar. Periode Biru melibatkan penggunaan warna biru di sebagian besar karya Picasso untuk mewakili negativitas dan kesedihan lukisannya dan orang-orang di dalamnya. Pakar seni, bahkan mereka yang menolak gaya inovatifnya, menghormati periode birunya. Periode mawar menandakan pilihan warna merah jambu yang lebih cerah dibandingkan warna biru sebelumnya.

Pablo Picasso pindah ke Paris secara permanen pada tahun 1904. Sebagai ibu kota seni dunia, Paris turut memperkenalkan Picasso kepada seniman terkenal lainnya seperti Henri Matisse, Joan Miro, dan George Braques. Henri Matisse khususnya menjadi teman baik Picasso dan mereka tetap berteman dekat.

Arah baru Picasso mengarah pada terciptanya gerakan Kubisme, bekerja sama dengan seniman terkenal lainnya George Braque dan Juan Gris. Kubisme didasarkan pada konstruksi melalui bentuk geometris. Di tahun-tahun berikutnya, Kubisme Sintetis dikembangkan, menggabungkan berbagai pandangan tentang suatu objek secara bersamaan.

Karya seni Picasso diselimuti oleh gaya simbolis seperti yang ditunjukkan dalam karya-karyanya “Guernica”, “Dying Horse” dan “Weeping Woman”. Guernica mewakili serangan udara Perang Saudara Spanyol dalam kebiadaban yang sesuai dan ditampilkan di Pameran Dunia Paris pada tahun 1937.

Guernica bangga ditempatkan di museum seni modern New York hingga tahun 1981. Guernica menjauh dari Spanyol sementara Picasso menolak pemerintahan fasis Jenderal Franco di Spanyol. Setelah itu dibawa ke Museum Prado dan kemudian Pusat Seni Queen Sofia, keduanya di Madrid, Spanyol.